
Ctzone – Satuan tugas (Satgas) Garuda penertiban kawasan hutan (PKH) menemukan 31 perusahaan yang diduga terlibat dalam kerusakan daerah aliran sungai atau (DAS) di sejumlah wilayah Sumatera. Kerusakan ini diduga menjadi salah satu pemicu banjir dan longsor Dahsyat yang melanda kawasan itu. Berdasarkan data hingga pagi ini tanggal (16/12) jumlah korban yang meninggal dunia akibat dari bencana tersebut mencapai 1.030 jiwa, sedangkan 26 orang masih dinyatakan hilang.
Di Aceh, Satgas menemukan 9 perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap kerusakan DSA. “untuk yang di Aceh, dugaan sementara yang terimbas langsung dan terkait dengan DAS ada 9 perusahaan, ” ujar Dody, Senin (15/12).
Di Sumatera Utara, terdapat 8 subjek hukum terdiri dari perusahaan dan pemegang hak atas tanah atau (PUT) yang beroperasi di kawasan DAS Batang Toru, Sungai Garoga, dan langkat. Wilayah tersebut menjadi pusat terjadinya banjir dan longsor.
Di Sumatera Barat, Satgas mengidentifikasi 14 subjek hukum dari perusahaan lokal yang beroperasi di 3 DAS dan diduga ikut menyebabkan kerusakan lingkungan. Salah satu perusahaan yang telah mulai ditangani oleh PT Tri bahtera Srikandi (TBS), perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berkantor Pusat di Medan.
“kami sudah melakukan pemetaan, mulai dari identitas, lokasi, hingga dugaan tindak pidana”, jelas Febrie.
Bareskrim Polri menemukan indikasi illegal logging dan pembukaan lahan ilegal di Hulu Sungai Tamiang. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kerusakan lingkungan di wilayah hulu ikut memperparah dampak banjir dan longsor di daerah Hilir.
Yunita Andika
25100089
