BENGKULU – Minum kopi kini bukan sekadar rutinitas pagi atau teman begadang. Di Bengkulu, kopi telah menjelma menjadi bagian dari gaya hidup urban, ditandai dengan semakin menjamurnya coffee shop di berbagai penjuru kota.
Fenomena ini turut dirasakan oleh Candra, pemilik usaha Kopi Keliling. Saat ditemui di kedainya yang ramai dikunjungi pelanggan, ia mengungkapkan bahwa tren minum kopi yang terus tumbuh membuka banyak peluang bagi pelaku usaha lokal.
“Dulu kopi itu identik dengan warung, disajikan hitam manis di gelas kaca. Sekarang, anak-anak muda cari tempat yang cozy, bisa nongkrong sambil kerja atau diskusi santai,” ujar Candra, Jumat (21/6).
Candra menambahkan, perubahan pola konsumsi ini turut mendorong pelaku usaha kopi di Bengkulu untuk lebih kreatif dalam menyajikan pengalaman ngopi. “Sekarang bukan cuma soal rasa, tapi juga cara penyajian, konsep tempat, bahkan playlist musiknya harus pas,” ujarnya sambil tertawa.
Tak hanya soal estetika, geliat coffee shop juga membawa dampak positif pada pengenalan kopi lokal. Menurut Candra, kopi Bengkulu, terutama dari daerah Kepahiang dan Rejang Lebong, mulai banyak dipilih sebagai sajian utama di beberapa kafe.
“Potensinya besar. Banyak yang baru tahu kalau kopi Bengkulu punya karakter kuat dan unik. Itu yang sekarang mulai kami angkat,” jelasnya.
Tren ini juga diperkuat dengan makin aktifnya komunitas pecinta kopi di Bengkulu. Acara seperti coffee cupping, pelatihan barista, hingga diskusi santai soal kopi menjadi agenda rutin yang memperkuat budaya ngopi di kalangan anak muda.
Meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi tidak hanya mendorong pertumbuhan sektor kreatif, tetapi juga diharapkan dapat memberi kontribusi nyata pada perekonomian lokal. Banyak pelaku UMKM mulai menggandeng petani kopi lokal hingga pengrajin interior kafe untuk menunjang usahanya.
“Harapannya, ekosistem kopi Bengkulu ini bisa terus tumbuh. Pelaku usaha juga harus adaptif dan terus berinovasi, supaya tidak kalah saing,” pungkas Candra.
Dengan semakin kuatnya budaya kopi di Bengkulu, tak menutup kemungkinan kota ini menjadi salah satu destinasi coffee tourism yang diperhitungkan di masa mendatang.
