
Bengkulu – Progres pekerjaan penambahan variasi pada Jembatan Merah Putih yang terletak di kawasan Jalan Pariwisata Pantai Panjang saat ini telah mencapai 70 persen. Pekerjaan ini mendapat perhatian publik setelah munculnya sejumlah kritik dan pertanyaan dari masyarakat yang disampaikan melalui media sosial, terutama terkait ukuran besi dan desain yang dianggap tidak sesuai ekspektasi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, memberikan penjelasan bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung bukanlah renovasi struktur utama jembatan, melainkan hanya penambahan variasi berupa pemasangan lampu hias dan pengecatan ulang. Menurutnya, pekerjaan ini dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Besinya memang kecil karena fungsinya hanya untuk menopang lampu, bukan untuk menopang struktur utama jembatan. Jadi tidak bisa dibandingkan dengan konstruksi utama,” ujar Tejo kepada wartawan saat menanggapi keluhan publik.
Anggaran yang digunakan dalam proyek ini sebesar Rp250 juta, jauh di bawah kebutuhan ideal yang awalnya diproyeksikan mencapai Rp600 juta. Tejo menjelaskan bahwa adanya kebijakan efisiensi dari Gubernur Bengkulu membuat pengerjaan dilakukan secara swakelola dan disesuaikan dengan dana yang tersedia.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya tidak membandingkan proyek ini dengan jembatan besar di daerah lain yang memiliki anggaran miliaran rupiah. “Kalau mau seperti jembatan di Kalimantan Timur, itu biayanya bisa sampai Rp10 miliar. Sedangkan yang kita lakukan ini hanya menambah variasi lampu-lampu agar jembatan ini tampil lebih menarik di malam hari,” katanya.
Penambahan lampu-lampu hias tersebut diharapkan bisa mempercantik kawasan Pantai Panjang, meningkatkan estetika malam hari, dan menjadi penunjang daya tarik wisata di kawasan tersebut. Pantai Panjang sendiri merupakan salah satu ikon wisata Kota Bengkulu yang ramai dikunjungi, khususnya pada akhir pekan dan masa liburan.
Dengan pekerjaan yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat, pemerintah berharap kehadiran elemen pencahayaan dan cat baru pada jembatan dapat memberikan pengalaman visual yang berbeda bagi pengunjung, tanpa membebani anggaran pembangunan secara berlebihan.
Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas PUPR memastikan bahwa setiap proyek yang dikerjakan telah melalui perencanaan teknis yang disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah dan tetap memperhatikan aspek estetika serta keamanan. Tejo juga mengajak masyarakat untuk mendukung proses pembangunan dengan memberikan masukan yang konstruktif dan memahami keterbatasan dalam pelaksanaan teknis di lapangan.
