
Ctzone – Media sosial kini tidak lagi sekadar ruang berbagi informasi dan hiburan, melainkan juga arena perbandingan yang memengaruhi cara pandang penggunanya. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut tertinggal, marak terjadi terutama di kalangan generasi muda yang aktif menggunakan platform seperti Instagram dan TikTok.
Fenomena FOMO ini kerap terjadi dengan orang-orang di sekeliling kita, salah satunya adalah Tasya Aulia.
Menurut Tasya, seorang mahasiswi, fenomena FOMO ini kerap ia rasakan ketika melihat unggahan teman-temannya yang sedang berkumpul tanpa dirinya atau ketika ada tren viral yang belum ia ikuti. “Kadang saya merasa minder kalau lihat story teman-teman lagi nongkrong rame-rame. Rasanya seperti saya ketinggalan momen penting, padahal sebenarnya engga selalu begitu,” ujarnya Tasya saat ditemui di rumahnya, Rabu (1/10/2025).
Tasya menambahkan, keberadaan influencer dan selebritas juga menjadi pemicu utama munculnya perasaan FOMO. Kehidupan glamor yang ditampilkan di media sosial sering membuat orang merasa hidupnya biasa-biasa saja. “Kalau lihat selebgram liburan, saya jadi mikir kenapa hidup saya gini-gini aja. Padahal saya tahu yang mereka tampilkan hanya bagian terbaik dari hidup mereka,” ujar Tasya.

Fenomena ini menunjukkan mengapa media sosial mampu mengendalikan emosi penggunanya. FOMO muncul karena adanya dorongan untuk selalu merasa harus terhubung, ikut tren, dan tidak ingin dianggap tertinggal oleh lingkungan sosialnya.
Meski demikian, bagaimana cara mengatasinya tetap kembali pada individu. Tasya mengaku mulai mengelola FOMO dengan membatasi waktu menggunakan media sosial dan lebih fokus pada aktivitas nyata. “Saya coba kurangi waktu scroll media sosial. Kalau terus-terusan membandingkan diri, ya gak akan ada habisnya. Jadi lebih baik saya pakai waktunya untuk hal-hal produktif, seperti belajar atau olahraga,” jelasnya.
Fenomena yang dialami Tasya mencerminkan kenyataan di era digital bahwa media sosial memiliki dampak besar terhadap kesehatan mental. Namun, kendali tetap berada di tangan pengguna. FOMO bisa menjadi beban jika dibiarkan, tetapi juga bisa menjadi motivasi untuk berkembang, tergantung bagaimana seseorang menyikapinya.
Reporter Lapangan:
Abel Lisa Oktarina
Penulis Utama:
Abel Lisa Oktarina
Editor:
Ganesha Ayu Praditara
