
Dari sebuah sekolah sederhana, kisah perjuangan para guru menjadi cerminan nyata dedikasi tanpa batas. Di tengah segala keterbatasan, mereka tetap berupaya mencerdaskan anak-anak bangsa dengan semangat dan keikhlasan. Kini, secercah harapan mulai muncul seiring hadirnya akses internet yang perlahan mengubah wajah pendidikan di sana.
Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, para guru di sekolah tersebut tetap berusaha menjalankan tugas dengan penuh dedikasi. Mereka berupaya mencari cara agar proses belajar mengajar tetap berjalan efektif, meskipun dengan sarana yang sederhana.
Ibu Rusiyana, salah satu guru di sekolah tersebut, mengungkapkan bahwa beberapa tahun terakhir sudah mulai ada sedikit perubahan yang membawa harapan baru bagi sekolah mereka.
“Alhamdulillah internet sudah ada seperti WiFi sudah masuk ke sekolah. Walau sinyalnya belum terlalu stabil, tapi sudah sangat membantu kami sebagai guru. Kami bisa mencari bahan ajar tambahan dan memperkenalkan anak-anak dengan teknologi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran akses internet membuka peluang baru dalam proses pembelajaran. Guru dapat mencari referensi materi pelajaran dari berbagai sumber daring, sedangkan siswa mulai diperkenalkan dengan penggunaan perangkat digital secara sederhana.
“Dari dulu Alhamdulillah kami sudah menggunakan komputer walau tidak terlalu memadai seperti sekolah-sekolah di kota, tetapi membantu anak-anak untuk ujian dan bisa belajar sedikit demi sedikit tentang fungsi komputer tersebut. Mereka jadi lebih semangat,” tambahnya.
Harapan besar disampaikan para guru agar perhatian dari pemerintah dan berbagai pihak terus berlanjut, terutama dalam peningkatan jaringan internet, penyediaan perangkat belajar digital, serta perbaikan fasilitas sekolah lainnya. Dengan dukungan yang berkelanjutan, diharapkan sekolah di daerah tertinggal dapat terus berkembang dan memberikan pendidikan yang setara bagi seluruh siswa di Indonesia.
TIARA DESRI MEISENA (edit)
AZIZAH AMELIA KARTIKA SITORUS (penulis Utama)
JOUSE MEDIANSYAH ( reporter lapangan)
