
Ctzone – Hidup sebagai mahasiswa dan anak kosan berarti harus membagi waktu antara kuliah belajar ke kampus, berorganisasi, dan biaya makan sehari-hari yang setiap hari terasa pas-pasan. Banyaknya mahasiswa yang bangun siang yang membuatnya terlambat untuk ke kampus, sarapan pun dilewatkan dengan memutuskan untuk membeli makanan diluar saja.
Dalam keseharian menjadi anak kosan, selain membayar uang sewa, memenuhi kebutuhan makanan pokok itu juga sangat penting. Dengan uang bulanan ataupun jatah uang harian yang minim membuat mereka tidak bisa dengan seenaknya menggunakan uang itu.
Realita anak kos tidak semulus dengan tips-tips hemat yang sering lewat di internet. Banyak yang berpendapat bahwasannya masak sendiri itu lebih hemat dan irit, tetapi kenyataannya itu hal yang dimana sangat membutuhkan waktu yang banyak seperti, membeli bahan masakan ke pasar, menyuci, dan memotong bahan yang sudah dibeli. Kalau lagi ga ada waktu untuk masak, jadinya bahan masakan yang sudah dibeli itu akan basi dan terbuang begitu saja.

Makanya, kebanyakan mahasiswa kini lebih memilih beli makanan di warung daripada masak. Yang dimana dalam segi waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan lebih sebanding. Apalagi kalau beli makanan diluar itu bisa bervariasi, misal hari ini ayam geprek, besok pecel lele, dan besoknya lagi mie ayam. Hal itu yang membuat anak kosan di zaman kini tidak ada kata bosan untuk makanan.
Untuk urusan biaya yang dikeluarkan itu setiap anak kosan berbeda-beda. Tetapi, rata-rata anak kosan memiliki budget harian untuk makan dikisaran Rp. 20.000 – Rp. 30.000 yang dimana biaya itu sudah bisa untuk 2-3 kali makan dalam sehari.
Menjadi seorang anak kosan makan itu adalah sebuah strategi, bukan hanya sekedar soal kenyang. Tetapi bagaimana caranya agar bisa tetap hidup enak tanpa bikin isi dompet terkuras dan waktu tidak banyak kebuang hanya untuk hal-hal ga penting.
Nama
- Yulia Putri Maharani (Editor)
- Jordy Ardiansyah (Penulis Utama)
- Alipzu Raja Tegar Julianda (Reporter Lapangan)
