
Ctzone – Di antara klakson, hujan dadakan, dan jalan yang rusak, mereka merajut rencana sederhana.
Carine Alphonsine Kegne, 39 tahun, seorang ibu tunggal, menunda ambisi menjadi wasit sepak bola profesional. Ia menabung sedikit demi sedikit dan memikirkan kemungkinan memulai hidup baru di tempat lain.
“Kalau ada kesempatan, saya ingin pergi,” ujarnya.
Menjelang dan sesudah masa pemungutan suara, janji penanganan pengangguran kerap sekali terdengar. Namun bagi para benskin, yang terpenting adalah cukupnya penumpang hari ini dan esok.
Komunitas ojek ini menjadi penyangga ekonomi informal ketika pasar kerja formal mengecil. Di antara klakson, hujan tiba-tiba, dan jalan yang berlubang, mereka merajut rencana sederhana: memperbaiki motor, membayar sekolah anak, dan perlahan menciptakan pilihan baru. Potret mereka menunjukkan harapan yang rapuh sekaligus ketangguhan warga kota pelabuhan ini.
Di Douala, Kamerun, ada ribuan pengemudi ojek bermotor — atau kerap disebut dengan benskin — menggantungkan hidupnya pada ongkos yang serba kecil di tengah-tengah biaya hidup yang naik dan lapangan kerja yang sempit.
Salah satunya, Zakiyaou Mohamed, 33 tahun, seringkali tidur di atas motornya di bawah kanopi SPBU. Di pagi hari, ia akan menyalakan mesin motornya dan menembus kemacetan pelabuhan untuk mencari penumpang. Tarif awal sekitar 100 franc CFA per perjalanan kerap tidak mencukupi untuk bensin dan makan. Namun bagi Zakiyaou, hanya inilah cara paling nyata untuk dapat bertahan dan melangsungkan hidupnya.
Lain sisi, Acceline Ngouana, 36 tahun, pernah bekerja sebagai perawat. Ia mengaku pendapatannya sebagai benskin kini memang lebih besar daripada gaji tetapnya dulu, meski datangnya tidak menentu. Di sela menunggu penumpang, ia menyibukkan diri merapikan kunci pas di bengkel kecil yang ia kelola sambil bermimpi membuka toko suku cadang.
Bagi Noubissi Mathurin Albert, 30 tahun, pilihan pun tetap sama: tinggal, menghidupi diri dari ojek, dan menghindari perbandingan dengan teman lama yang bekerja kantoran. Rute harian benskin menjadi jangkar yang membuatnya terus melaju.
Oleh: Maikel Dikola Samudra | NPM 24100042
