Antara Prestasi dan Waktu Terbuang: Mahasiswa dan Dilema Bermain Gim

Ctzone – Fenomena mahasiswa yang gemar bermain gim kembali menjadi perhatian setelah dilakukan investigasi sederhana oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi konsentrasi Jurnalistik Universitas Dehasen Bengkulu. Dari hasil pengumpulan data terhadap tiga responden, ditemukan perbedaan mencolok antara mahasiswa yang mampu menyeimbangkan waktu bermain dengan prestasi akademik dan mereka yang justru kehilangan fokus belajar karena gim.

Salah satu responden, Dimas Ardiansyah, mahasiswa semester empat yang dikenal berprestasi dengan IPK 3,7, mengaku bermain gim hampir setiap malam, namun tetap menjaga kedisiplinan waktu.

“Main game itu buat saya cara melepas stres, tapi saya batasi waktunya. Kalau udah lewat jam belajar, ya berhenti. Soalnya tanggung jawab utama tetap kuliah,” ujarnya.

Berbeda dengan Rifqi Ramadhan, mahasiswa lain yang mengaku kerap bermain hingga larut malam, bahkan kadang mengabaikan tugas kuliah.

“Kadang niatnya mau main setengah jam, tapi malah keterusan sampai pagi. Besoknya jadi ngantuk di kelas,” katanya sambil tertawa malu.

Sementara itu, Salsabila Putri, responden ketiga, berpendapat bahwa gim bisa berdampak positif jika dijadikan wadah interaksi dan strategi berpikir.

“Kalau mainnya bareng teman, bisa melatih kerja sama dan komunikasi juga. Tapi memang harus ada batasnya,” jelasnya.

Menanggapi temuan ini, salah satu mahasiswa berprestasi menyebutkan bahwa fenomena tersebut mencerminkan tantangan generasi muda dalam mengatur prioritas.

“Bermain gim itu bukan masalah, tapi ketika waktu bermain melebihi waktu produktif, itu bisa mengganggu perkembangan akademik mahasiswa,” tuturnya.

Dari hasil investigasi kecil tersebut, disimpulkan bahwa bermain gim tidak selalu berdampak buruk. Namun, keseimbangan antara hiburan dan tanggung jawab akademik menjadi kunci agar kesenangan tidak berubah menjadi keterlambatan prestasi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *