Minuman Manis Serbu Kampus Unived Manis yang Memikat Mahasiswa Namun Mengundang Bahaya

Ctzone – Investigasi yang dilakukan selama dua pekan di lingkungan Universitas Dehasen Bengkulu menemukan bahwa peredaran minuman berkadar gula tinggi meningkat signifikan sepanjang tahun 2025. Hampir semua titik aktivitas mahasiswa, mulai dari kantin, area fotokopi, depan kampus, hingga warung tenda sore hari, menjual berbagai varian minuman manis dalam jumlah besar.

Dalam pengamatan lapangan, setiap minuman kemasan yang dijual rata-rata mengandung 27 hingga 40 gram gula per botol, melampaui batas aman WHO yang hanya 50 gram per hari untuk orang dewasa. Beberapa varian kopi kekinian bahkan mencapai 55 gram gula dalam satu porsi. Kondisi ini membuat mahasiswa tanpa sadar melebihi batas konsumsi gula harian hanya dari satu sampai dua minuman saja.

Penjual mengakui tren ini didorong oleh preferensi mahasiswa yang menganggap minuman manis sebagai “teman belajar” atau “penambah energi” di tengah aktivitas kuliah yang padat. Namun secara medis, lonjakan gula darah justru dapat menyebabkan rasa lelah, penurunan konsentrasi, dan risiko penyakit metabolik jangka panjang.

Hingga kini, kampus belum menerapkan kebijakan pembatasan penjualan minuman manis maupun kampanye kesehatan untuk mengurangi konsumsi gula. Situasi ini membuat mahasiswa semakin rentan terhadap risiko obesitas, prediabetes, dan gangguan kesehatan lainnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *