Upaya Mitigasi Abrasi melalui Penanaman Pohon Kelapa di Kawasan Danau Gedang Bengkulu Tengah

Ctzone – Mahasiswa khususnya Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Dehasen Bengkulu bersama pemerintah desa, Dinas Pariwisata Kabupaten Bengkulu Tengah, dosen, dan masyarakat Desa Padang Betuah menggelar kegiatan gotong royong serta penanaman pohon kelapa di kawasan wisata Danau Gedang.

Kawasan pesisir merupakan wilayah yang rentan terhadap kerusakan lingkungan, salah satunya abrasi. Abrasi adalah proses pengikisan pantai akibat gelombang laut, arus, dan angin yang terjadi secara terus-menerus. Fenomena ini dapat menyebabkan kerusakan garis pantai, hilangnya vegetasi pesisir, serta menurunnya kualitas lingkungan dan kawasan wisata. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, abrasi menjadi salah satu bencana yang banyak terjadi di wilayah pesisir Indonesia akibat kondisi alam dan aktivitas manusia yang kurang memperhatikan keseimbangan lingkungan.

Salah satu kawasan yang memiliki potensi terdampak abrasi adalah Danau Gedang di Desa Padang Betuah, Kabupaten Bengkulu Tengah. Kawasan ini memiliki keunikan geografis karena danau berada sangat dekat dengan Samudra Hindia dan hanya dipisahkan oleh gundukan pasir pantai. Kondisi tersebut menyebabkan kawasan Danau Gedang rentan mengalami kerusakan akibat gelombang pasang dan perubahan kondisi pesisir.

Abrasi dan Dampaknya terhadap Lingkungan

Abrasi dapat memberikan dampak besar terhadap lingkungan pesisir. Menurut penelitian dalam jurnal Jurnal Kelautan dan Pesisir tahun 2021, abrasi menyebabkan berkurangnya luas daratan, rusaknya habitat alami, dan menurunnya fungsi kawasan pesisir sebagai pelindung alami dari gelombang laut. Selain itu, abrasi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan pariwisata masyarakat sekitar.

Di kawasan Danau Gedang, ancaman abrasi dapat merusak bentang alam yang menjadi daya tarik wisata. Jika tidak dilakukan upaya pencegahan, kawasan ini berpotensi mengalami penurunan kualitas lingkungan dan hilangnya vegetasi alami di sekitar pantai.

Penanaman Pohon Kelapa sebagai Upaya Mitigasi

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, masyarakat bersama mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Dehasen Bengkulu, perangkat desa, dosen, dan pihak Dinas Pariwisata melaksanakan kegiatan gotong royong dan penanaman pohon kelapa pada 12 Mei 2026 di kawasan Danau Gedang. Kegiatan tersebut dilakukan dengan membersihkan area sekitar danau serta menanam sekitar seratus bibit pohon kelapa.

Penanaman pohon kelapa dipilih karena tanaman ini memiliki akar yang kuat dan mampu membantu menahan tanah di kawasan pesisir. Berdasarkan penelitian dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, vegetasi pantai memiliki fungsi penting dalam mengurangi risiko abrasi, menjaga kestabilan tanah, dan memperbaiki kualitas lingkungan pesisir.

Selain berfungsi sebagai pelindung alami, pohon kelapa juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Buah kelapa dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun dijual sehingga mendukung perekonomian masyarakat sekitar. Dengan demikian, penanaman pohon kelapa tidak hanya berfungsi sebagai mitigasi bencana, tetapi juga mendukung keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

Pentingnya Kesadaran Masyarakat terhadap Lingkungan
Keberhasilan pelestarian lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan gotong royong dan penghijauan di Danau Gedang menjadi contoh nyata kerja sama antara masyarakat, mahasiswa, pemerintah desa, dan instansi terkait dalam menjaga kelestarian alam.
Ketua panitia kegiatan, Septyca Tri Lestari, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menciptakan kawasan wisata yang bersih dan hijau. Sementara itu, Kepala Desa Padang Betuah, Bapak Purnawarman, S.H., mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan tersebut.

Kesimpulan
Abrasi merupakan ancaman serius bagi kawasan pesisir, termasuk Danau Gedang di Bengkulu Tengah. Kondisi geografis kawasan yang dekat dengan laut menyebabkan wilayah ini rentan mengalami pengikisan pantai dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi yang berkelanjutan untuk menjaga kelestarian kawasan tersebut.
Penanaman pohon kelapa menjadi salah satu solusi yang efektif dalam mengurangi dampak abrasi karena mampu membantu menahan tanah, menjaga ekosistem pesisir, serta memperindah kawasan wisata. Selain memberikan manfaat lingkungan, kegiatan penghijauan juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam demi keberlanjutan lingkungan dan pariwisata di masa depan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *