
Ctzone – Di tengah sulitnya kondisi ekonomi banyak mahasiswa di Bengkulu, program KIP Kuliah menjadi salah satu harapan untuk bisa melanjutkan pendidikan tanpa harus menyerah karena biaya. Dua mahasiswa Universitas Dehasen Bengkulu, Hafi dan Elnita, merasakan langsung bagaimana beasiswa ini menjadi penopang utama agar mereka tetap bisa kuliah dan berprestasi.
Bagi Hafi, beasiswa KIP Kuliah ibarat jalan keluar dari tekanan ekonomi keluarga. “Sebelum dapat beasiswa, ekonomi keluarga saya pas-pasan. Orang tua bekerja keras, tapi kadang masih kesulitan untuk biaya kuliah,” ungkapnya.

Sejak menerima KIP Kuliah di semester satu, Hafi mengaku hidupnya jauh lebih tenang. Biaya UKT, kos, hingga kebutuhan kuliah bisa sedikit lebih ringan. “Kalau dibilang cukup, ya pas-pasan. Tapi setidaknya kebutuhan utama terpenuhi. Saya bisa kuliah tanpa terlalu khawatir tiap semester,” katanya.
Meski begitu, ia menilai sistem penyaluran beasiswa masih perlu diperketat. “Saya lihat sebagian besar sudah tepat sasaran, tapi masih ada beberapa mahasiswa yang sebenarnya mampu, tapi bisa lolos. Harusnya seleksi lebih teliti supaya benar-benar adil,” tambah Hafi.
Sementara itu, Elnita, mahasiswi Program Studi Akuntansi, juga merasakan manfaat besar dari beasiswa ini. Dengan latar belakang keluarga sederhana ayahnya seorang petani dan ibunya sudah meninggal sejak ia SMA beasiswa menjadi satu-satunya cara agar ia bisa tetap melanjutkan kuliah.

“Waktu dinyatakan lolos, rasanya campur aduk. Senang, terharu, dan bersyukur banget. Saya langsung kepikiran orang tua, karena beasiswa ini meringankan mereka,” ujarnya.
Elnita mengatakan, bantuan yang diterimanya cukup membantu membayar UKT dan biaya hidup. “Memang tidak sepenuhnya cukup, tapi sangat membantu. Saya bisa makan, beli buku, dan keperluan kuliah tanpa harus terlalu sering minta ke ayah,” tambahnya.

Namun, di balik rasa syukur, keduanya sama-sama menyadari adanya tanggung jawab besar. Nilai yang turun bisa membuat beasiswa mereka dihentikan. “Itu jadi motivasi juga supaya tetap semangat kuliah,” kata Elnita.
Baik Hafi maupun Elnita berharap agar program beasiswa seperti KIP Kuliah terus berlanjut dan penyalurannya semakin transparan. “Bagi kami, ini bukan sekadar bantuan uang, tapi juga penyemangat untuk terus berjuang,” tutup Hafi.
