Belajar Mandiri di Perantauan: Cerita Mahasiswa Kos Atur Keuangan

Ctzone – Hidup jauh dari rumah membuat mahasiswa kos harus berhadapan langsung dengan berbagai tantangan, salah satunya soal keuangan. Mulai dari mengatur uang makan, transportasi,kebutuhan kuliah, hingga keperluan pribadi, semua harus diatur sendiri. Mereka pun perlahan belajar mandiri, tanpa sepenuhnya bergantung pada orang tua mereka.

Dua cerita berikut menunjukkan bagaimana cara berbeda para mahasiswa dalam mengelola keuangan selama merantau. Muhammad Aldi Insen Putra Pratama(20) perantau dari Manna. Bagi Aldi seorang mahasiswa Ilmu komunikasi, pengeluaran utama setiap minggu habis untuk makan dan transportasi.

“Untuk pengeluaran saya setiap minggu itu mungkin ke makan dan juga transportasi
seperti isi bensin seminggu sekali ,makan 2 kali lah sehari” tutur Aldi saat ditemui di
kosnya, Rabu (24/9/2025)

Hidup hemat sudah menjadi gaya hidup sejak pertama kali pindah ke Bengkulu untuk
kuliah. Aldi mengaku terbiasa mencatat secara rinci setiap pemasukan dan pengeluaran.

“Mungkin untuk sekarang saya lebih ke menulis atau mengelist barang yang penting seperti apa yang di butuhkan. Mendesak bisa di catat duluan kalau enggak beli barang yang tidak penting nanti saja atau di tabung dulu”, sambungnya.

Untuk menekan pengeluaran, Aldi mencari penghasilan tambahan dengan bekerja sebagai freelance. Berbeda dengan Aldi, Afifah Aferta mahasiswa Ilmu komunikasi asal Seluma , sempatmengaku kesulitan mengatur uang sebagai anak kos. Ia mengaku sering kehabisan uang sebelum waktunya.

“Karena kan makan itu kan beli kak Karena ngekos sama lagi karena sering pergi pergi
sama teman teman gitu jadi sulit mengatur keuangannya”, ujar Afifah.

Namun, setelah beberapa kali harus makan beli diluar, afifah mengaturnya dengan membeli makanan dengan harga yang murah, ia juga kadang sekali – kali memasak. Menurut afifah mengatur keuangan adalah hal yg sulit, karna belum terbiasa mengelola uang dengan bijak. Namun dari kesulitan itulah mereka belajar menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab.

Dari hasil wawancara ini, terlihat bahwa gaya hidup mahasiswa kos sangat dipengaruhi oleh pola pengeluaran dan kemampuan mereka mengendalikan diri. Aldi berusaha lebih teratur dengan catatan belanja dan pekerjaan freelance, sedangkan Afifah masih sering terbawa gaya hidup seperti nongkrong. Namun, keduanya sama-sama menunjukkan bahwa menjadi anak kos adalah proses belajar mandiri. Tantangan ini pada akhirnya bukan hanya soal bertahan hidup, tetapi juga melatih kedewasaan dalam mengambil keputusan.

Maikel Dikola Samudra(24100042)
Syauqi akmal( 24100069)
Ana maria( 22100111)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *