
Ctzone – Organisasi United Nations Security Council (DK PBB) menyatakan kecaman atas serangan udara yang dilancarkan oleh Doha, Qatar, pada 9 September 2025, yang menargetkan pimpinan dari organisasi Hamas.
Serangan tersebut dianggap sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Qatar serta mengguncang peran Doha sebagai mediator perdamaian di Timur Tengah.
DK PBB dalam pernyataannya, yang mendapat dukungan dari semua 15 anggota termasuk Amerika Serikat, menegaskan pentingnya de-eskalasi dan solidaritas terhadap Qatar.
Serangan udara di Doha yang menargetkan pimpinan Hamas.
Qatar sebagai korban; DK PBB sebagai lembaga yang mengeluarkan kecaman; Israel sebagai pihak yang dilaporkan melakukan serangan.Doha, Qatar 9 September 2025 serangan terjadi; 11 September DK PBB mengeluarkan pernyataan.Serangan itu dipandang sebagai upaya menghancurkan kepemimpinan Hamas dan menekan mediator perdamaian, namun dinilai oleh komunitas internasional sebagai ancaman terhadap stabilitas regional dan pelanggaran hukum internasional.
Serangan udara, menggunakan aset militer dan menabrak wilayah negara lain selagi proses mediasi sedang berjalan. DK PBB menyerukan agar semua pihak segera menghentikan aksi yang dapat memperluas konflik, dan menekankan bahwa perdamaian, pembebasan sandera serta penghormatan kedaulatan negara adalah prioritas.
Akibat dari kejadian ini, Qatar menyatakan bakal memperkuat posisinya sebagai mediator dan menuntut pertanggungjawaban atas tindakan yang dilihatnya sebagai pelanggaran serius terhadap tatanan internasional. Perkembangan ini juga meningkatkan tekanan terhadap Israel di dunia diplomatik dan dapat berimplikasi pada hubungan regional di Teluk dan Timur Tengah.
irene.
