Edukasi Gula Minim di Lingkungan Kampus

Ctzone Minimnya edukasi tentang bahaya konsumsi gula berlebih di Universitas Dehasen Bengkulu menjadi temuan penting dalam laporan investigasi terbaru. Mayoritas mahasiswa yang diwawancarai tidak mengetahui batas konsumsi gula harian yang direkomendasikan WHO. Banyak yang mengira minuman manis aman dikonsumsi setiap hari selama tidak terasa terlalu manis di lidah.

Di dalam kampus, hampir tidak ditemukan poster, banner, maupun materi sosialisasi yang memberikan informasi mengenai dampak kesehatan dari gula berlebih. Tidak ada pula program kampus sehat yang mendorong mahasiswa untuk lebih memperhatikan pola konsumsi harian. Akibat kurangnya edukasi, banyak mahasiswa terbiasa membeli minuman energi, es teh manis, dan kopi sachet setiap hari.

Beberapa mahasiswa mengaku sering merasa cepat lelah setelah mengonsumsi minuman tinggi gula. Mereka tidak menyadari bahwa rasa lelah dan “crash” tersebut merupakan akibat lonjakan gula darah. Edukasi sederhana seperti pengenalan label nutrisi, batas konsumsi gula, dan alternatif minuman sehat dinilai sangat diperlukan untuk mencegah tingginya angka konsumsi gula di kalangan mahasiswa.

Tanpa adanya inisiatif kampus, mahasiswa berpotensi membangun pola makan yang tidak sehat selama bertahun-tahun masa kuliah. Hal ini bukan hanya mengancam kesehatan pribadi, tapi juga dapat berdampak pada produktivitas akademik mereka.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *