
Ctzone – Reykjavík, Islandia Kota nelayan kecil Grindavík di Semenanjung Reykjanes, barat daya Islandia, kini tampak seperti kota mati setelah serangkaian letusan gunung berapi memaksa ribuan warganya mengungsi sejak akhir tahun 2023. Letusan terbaru yang terjadi pada April 2025 menjadi salah satu yang paling merusak. Aliran lava memutus jalan utama, menghancurkan jaringan pipa panas bumi, serta merusak sejumlah rumah dan fasilitas umum. Pemerintah pun mengevakuasi seluruh penduduk, termasuk wisatawan yang tengah. berada di kawasan pemandian air panas terkenal Blue Lagoon.
Menurut Layanan Meteorologi Islandia (IMO), wilayah Grindavík berada di atas zona retakan tektonik yang sangat aktif. Pergerakan magma di bawah tanah telah menyebabkan munculnya celah besar dan penurunan permukaan tanah di beberapa titik kota. Para ilmuwan memperkirakan aktivitas vulkanik ini bisa berlangsung selama beberapa tahun ke depan.
Akibat kondisi tersebut, sebagian besar warga memilih meninggalkan Grindavík. Hanya segelintir orang yang sesekali kembali untuk memeriksa rumah mereka atau menyelamatkan barang-barang pribadi. Jalan-jalan yang dulunya ramai kini sunyi, dengan bangunan kosong dan retakan besar di permukaan aspal.
Pemerintah Islandia sedang mempertimbangkan langkah jangka panjang, termasuk kemungkinan relokasi permanen bagi warga Grindavík. Namun, keputusan akhir masih menunggu hasil evaluasi keamanan dan aktivitas vulkanik yang terus berubah.Meski situasi belum stabil, sejumlah penduduk mengaku sulit meninggalkan kota yang telah mereka huni selama puluhan tahun. “Kami tahu risikonya, tapi Grindavík adalah rumah kami,” ujar salah satu warga kepada media lokal.Kisah Grindavík kini menjadi simbol perjuangan masyarakat Islandia dalam menghadapi kekuatan alam yang tak terduga — antara bertahan di rumah sendiri atau menyerah pada gunung berapi yang terus bergolak.
Sumber : https://www.bbc.com/travel/article/20251015-the-icelandic-town-abandoned-to-the-volcanoes
oleh : A hasan apriansa (24100054)
