
Ctzone – Setiap waktu makan tiba, warung-warung di sekitar kampus selalu ramai oleh mahasiswa dan anak kos yang berburu menu cepat dan murah. Dari mie ayam hingga pecel lele, semuanya tersedia. Namun di balik piring sederhana itu, ada hal yang jarang diperhatikan: apakah kandungan gizinya sebanding dengan rasa dan harga yang ditawarkan?
Seorang mahasiswa Kesehatan Masyarakat Poltekkes Bengkulu Rian berpendapat bahwasannya memang benar kalau makanan di sekitar kampus itu banyak variannya tetapi jika soal kualitas itu masih dipertanyakan. Kebanyakan warung disekitar kampus itu lebih mementingkan rasa dan harga murah sementara gizi dan kebersihannya sering diabaikan. “Kebanyakan warung hanya fokus pada rasa sama harga, bukan gizi,” ujarnya.
Jika bicara soal gizi pada makanan disekitar kampus kebanyakan belum bisa dibilang bergizi. Biasanya lebih tinggi karbohidrat dan lemak, sayur dan protein masih sangat-sangat kurang. “Kadang lauknya aja digoreng berkali-kali, jadi ya, dari sisi gizi masih jauh dari seimbang,” lanjutnya.Sebagai mahasiswa Kesehatan, Rian sangat paham akan makanan bergizi haru seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Cara masak makanan bergizi juga tidak kalah penting “Makanan sehat itu bukan cuma soal bahan, tapi juga cara masaknya. Jangan kebanyakan minyak, garam, atau gula, dan pastinya harus bersih,” jelasnya. Tapi, kenyataannya berbeda jauh. Dari pengamatannya, kebanyakan mahasiswa masih belum terlalu memikirkan gizi. Yang jadi pertimbangan utama itu harga sama rasa, bukan nilai gizinya. “Mahasiswa biasanya milih makanan sesuai uang saku dan waktu. Gizi sering jadi nomor dua,” katanya.
Meski begitu, dia melihat ada perubahan kecil. Saat ini, semakin banyak pelajar yang mulai sadar akan pentingnya makan sehat, terutama setelah dapat pelajaran gizi atau mengikuti acara kampus soal kesehatan. Kegiatan ini umum terjadi buat anak kosan antara kepraktisan sama kesehatan. Di satu sisi, mereka ingin makan yang cepat, murah, dan ngenyangin. Namun di sisi lain, mulai muncul kesadaran kalau pola makan yang asal-asalan bisa menimbulkan masalah kesehatan di masa depan. Rian pun berharap anak kosan lain bisa lebih bijak memilih makanan. “Nggak perlu mahal kok buat sehat. Asal tahu cara milih dan seimbangin, kita tetap bisa makan enak dan bergizi,” tutupnya.
