MENGINTIP LANGSUNG DIVISI MUSIK UKM SENI UNIVERSITAS DEHASEN BENGKULU: LATIHAN MALAM DI TENGAH ANGIN KENCANG

Ctzone- Malam di Universitas Dehasen Bengkulu terasa berbeda. Angin berembus cukup kencang, khas suasana Bengkulu menjelang akhir tahun. Daun-daun pohon di sekitar kampus bergoyang keras, sementara udara dingin perlahan menyelimuti area depan gedung kampus. Namun, di tengah hembusan angin malam itu, terdengar jelas alunan musik dari sekelompok mahasiswa yang sedang berlatih penuh semangat.

Mereka adalah anggota Divisi Musik UKM Seni Universitas Dehasen Bengkulu, yang malam itu terlihat tengah berlatih di area depan gedung berwarna kuning cerah. Tak ada panggung besar, tak ada sorotan lampu hanya alat musik, beberapa kabel yang tertata rapi, dan tekad kuat untuk tetap berlatih meski cuaca tidak bersahabat.

Tiupan angin sesekali membuat mikrofon bergeser dan kabel terayun, tapi para personel tak gentar. Vokalis tetap berdiri di depan, memegang mic dengan erat agar tidak terguncang. Gitaris sibuk menjaga keseimbangan suaranya, sementara drummer terus memukul ritme dengan mantap.

Beberapa anggota devisi UKM seni lainya, yang menonton di pinggiran lapangan, sangat kagum dengan keteguhan mereka.
“Padahal anginnya kencang banget malam ini, tapi mereka tetap latihan,” ujar salah satu mahasiswa sambil tersenyum.
Latihan itu memang terlihat sederhana, tapi atmosfernya hangat penuh dedikasi dan semangat yang jarang ditemui.

Menariknya, hingga latihan hampir selesai, tidak ada yang mau memberi tahu latihan ini untuk acara apa. Setiap kali ditanya, para anggota hanya saling berpandangan dan tertawa kecil.
“Wah, belum bisa kami kasih tahu. Masih rahasia dulu, ya,” jawab salah satu dari mereka.
Kesan misterius itu justru membuat suasana latihan terasa semakin menarik. Apalagi dengan latar malam yang berangin, dan suara gitar yang terus mengalun, seolah membawa suasana ke dalam kisah yang hanya mereka yang tahu akhirnya.

Di tengah jeda latihan, kami berkesempatan berbincang dengan Aditya Anugrah, salah satu gitaris sekaligus pengarah aransemen lagu malam itu. Dengan rambut sedikit tertiup angin dan tangan masih memegang gitar, Aditya bercerita singkat tentang latihan mereka.
“Anginnya emang kencang banget malam ini,” katanya sambil tersenyum.
“Tapi justru itu yang bikin latihan malam ini terasa beda.
Beberapa hari ini cuaca Bengkulu memang kurang bersahabat dengan angin yang selalu kencang hingga hujan, tapi kami juga terkenal dengan semangat kami. Jadi, angin boleh kencang, tapi musik tetap jalan.”

Saat ditanya apakah latihan ini bagian dari persiapan untuk sebuah acara, Aditya hanya tertawa kecil.
“Belum bisa dibocorin, deh. Nanti aja ya. Yang jelas, kami lagi nyiapin sesuatu yang seru. Doain aja lancar

Menjelang larut malam, suhu makin turun dan angin semakin kencang. Beberapa lembar kertas catatan lagu hampir terbang, tapi mereka tetap bertahan. Vokalis terus bernyanyi, gitar tetap berdenting, dan drum terus berdetak, menandakan bahwa semangat seni di kampus ini tak mudah digoyahkan.

Latihan malam itu menjadi bukti nyata bahwa musik bukan sekadar nada dan ritme, tapi juga soal ketulusan dan kebersamaan. Di bawah langit Bengkulu yang berangin, Divisi Musik UKM Seni Universitas Dehasen Bengkulu membuktikan satu hal sederhana selama ada semangat, tak ada angin yang bisa menghentikan irama.

Penulis: Annisa sukma dwi oktavia
Editor: Annisa sukma dwi oktavia
Reporter: Hasan, Gustih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *