
Ctzone – Gorengan menjadi salah satu jajanan favorit masyarakat dari segala kalangan. Dari anak sekolah hingga pekerja kantoran, makanan berbahan dasar tepung ini hampir selalu ada di setiap sudut jalan. Rasanya gurih, harganya murah, dan mudah ditemukan. Namun di balik kelezatannya, ada hal yang sering luput dari perhatian: kebersihan dan kualitas bahan baku yang digunakan.
Salah satu penjual gorengan yang sudah lama berjualan di Kota Bengkulu adalah Ibu Tin, 53 tahun, yang berjualan di kawasan Jalan Soeprapto. Ia telah menjalankan usaha gorengan ini selama kurang lebih 25 tahun. Di balik tenda kecilnya, aroma gorengan selalu menggoda siapa pun yang lewat. Setiap hari, dagangannya selalu habis, terutama pada waktu sore.
“Bahan utama saya tepung terigu, mereknya Dragonfly. Satu hari bisa habis satu setengah karung,” tutur Ibu Tin sambil menyiapkan adonan.
Meski sudah puluhan tahun berjualan, Ibu Tin mengaku tidak mengetahui kandungan pasti dari tepung terigu yang ia gunakan, bahkan tidak tahu tanggal kedaluwarsanya. Ia hanya percaya pada toko langganan tempatnya membeli bahan tersebut.
“Saya beli di toko langganan, jadi sudah percaya. Barangnya selalu baru. Kalau mau tahu bagus atau tidaknya, saya cuma cium bau tepungnya. Kalau nggak apek berarti masih bagus,” ujarnya santai.
Terkadang, tepung yang digunakan Ibu Tin sedikit menggumpal, namun hal itu tidak dianggap masalah. Ia hanya memecah gumpalan dengan tangan sebelum mencampurkannya ke adonan.
Menurutnya, hal tersebut tidak memengaruhi rasa gorengan dan belum pernah membuat pembelinya mengeluh.
“Kalau tepungnya agak menggumpal ya saya remas aja, nanti lembut lagi. Nggak apa-apa, hasil gorengannya tetap enak,” tambahnya.
Fenomena seperti ini menggambarkan bagaimana banyak pelaku usaha kecil belum memahami pentingnya pengecekan bahan baku secara menyeluruh. Kurangnya edukasi tentang keamanan pangan membuat sebagian penjual lebih mengandalkan pengalaman dan intuisi dibandingkan informasi produk yang jelas.
