McDonald’s melaporkan lonjakan pendapatan dan laba pada kuartal kedua tahun 2025, didorong oleh kesuksesan kampanye promosi bertema Minecraft serta peluncuran menu ayam terbaru mereka, McCrispy Chicken Strips. Langkah ini terbukti efektif menarik konsumen kembali ke gerai, khususnya di tengah tekanan ekonomi yang membuat masyarakat mencari pilihan makanan cepat saji yang terjangkau.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Rabu (6/8), McDonald’s mencatatkan pendapatan sebesar US$ 6,84 miliar, meningkat sekitar 5% dibandingkan tahun lalu, dan melampaui ekspektasi analis yang memperkirakan US$ 6,7 miliar. Sementara itu, laba bersih perusahaan tumbuh 11% menjadi US$ 2,25 miliar, dengan laba per saham (EPS) mencapai US$ 3,19, lebih tinggi dari perkiraan Wall Street sebesar US$ 3,14.
“Kami melihat respons yang luar biasa terhadap kampanye Happy Meal bertema Minecraft, serta peluncuran McCrispy Chicken Strips,” ujar CEO McDonald’s, Chris Kempczinski, dalam pernyataan resminya dikutip dari CNN Pada Hari Kamis(07/08).
“Konsumen ingin terhubung kembali dengan merek kami melalui produk yang menyenangkan dan penawaran bernilai,” Lanjutnya.
Kampanye Happy Meal yang bekerja sama dengan franchise Minecraft terbukti menjadi magnet tersendiri. Boneka mainan yang ditawarkan sebagai bagian dari menu khusus tersebut dilaporkan habis hanya dalam dua minggu sejak peluncuran. Kolaborasi ini juga membantu menarik pelanggan dari berbagai segmen usia, termasuk remaja dan dewasa muda yang memiliki nostalgia terhadap game tersebut.
Selain itu, McDonald’s juga sukses memperkenalkan McCrispy Chicken Strips sebagai bagian dari menu permanen. Produk ayam goreng berbalut tepung ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penjualan harian di berbagai lokasi.
Secara global, penjualan same-store (penjualan toko yang sudah beroperasi lebih dari setahun) naik 3,8%, juga melampaui estimasi analis. Di pasar domestik Amerika Serikat, penjualan meningkat 2,5%, berbalik dari penurunan pada periode yang sama tahun lalu. Sementara di pasar internasional, pertumbuhan mencapai 4%, dan wilayah yang dikelola mitra lokal seperti Jepang, Inggris, dan Kanada mencatat kenaikan signifikan hingga 5,6%.
Pihak manajemen juga menyoroti keberhasilan promosi nilai (value promotion) seperti menu bundle seharga US$ 5 dan opsi buy-one-get-one yang menjadi andalan di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok. Strategi ini tidak hanya menjaga volume transaksi, tetapi juga meningkatkan rata-rata nilai pembelian per konsumen.
Lonjakan kinerja keuangan ini langsung mendapat respons positif dari pasar. Saham McDonald’s dilaporkan naik lebih dari 3% dalam perdagangan pra-pasar (premarket), mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan perusahaan di tengah persaingan industri makanan cepat saji.
Kinerja McDonald’s juga terlihat lebih unggul dibandingkan para pesaingnya seperti Yum Brands—pemilik KFC dan Pizza Hut—yang justru melaporkan penurunan penjualan pada periode yang sama.
