UKM Seni Unived Bengkulu: Menjaga Nyala Kreativitas Mahasiswa di Tengah Tantangan

Ctzone – Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM Seni Universitas Dehasen Bengkulu menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk menyalurkan bakat, mengasah kreativitas, sekaligus mempererat interaksi sosial. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, organisasi ini tetap bergerak dengan semangat Kreatif, Inspiratif, dan Inovatif.

Menurut Rahmat Renaldi, selaku ketua umum organisasi UKM Seni, mengatakan salah satu tantangan terbesar saat ini adalah semakin redupnya penggiat seni di Bengkulu, karena wadahnya sudah mulai berkurang.
“Bukan berarti kesenian hilang, tapi penggiatnya makin sedikit. maka dari tugas kami bagaimana membangkitkan kembali kesenian di Bengkulu agar lebih aktif,” ungkapnya.

Selain itu, keterbatasan dukungan juga masih menjadi kendala utama. Sponsor dari luar semakin jarang, sementara dukungan dari kampus belum sepenuhnya maksimal. Namun, Rahmat menilai pihak kampus tetap berusaha memberi perhatian sebisanya, dan harapannya ke depan bisa lebih optimal.

Ruang Belajar dan Interaksi Sosial
UKM Seni bukan sekadar organisasi kampus, melainkan ruang pembelajaran dan pengembangan diri bagi mahasiswa. Melalui forum diskusi lintas bidang seni mulai dari musik, tari, rupa, hingga teater, anggota UKM memperluas wawasan sekaligus mempererat ikatan emosional.

Kebersamaan juga dibangun melalui kegiatan sederhana, seperti permainan internal, pembuatan konten kreatif di media sosial, hingga kolaborasi dengan himpunan mahasiswa dan UKM lain. Salah satu agenda besar yang rutin digelar adalah Mahakarya, sebuah kegiatan seni yang melibatkan berbagai komunitas di Bengkulu.

salah satu anggota divisi rupa, Seprin, menegaskan bahwa seni rupa selalu berkaitan dengan kehidupan sosial mahasiswa.
“Dalam seni rupa itu sudah pasti bersangkutan dengan sosial. Proses melukis, membuat karya, hingga pameran selalu melibatkan interaksi antar individu,” jelasnya.
Ia menambahkan, persiapan pameran bisa memakan waktu hingga dua bulan. Namun hasilnya sepadan, sebab karya seni yang dipamerkan tidak hanya memberi kepuasan pribadi, tetapi juga berdampak luas ketika diapresiasi mahasiswa maupun masyarakat umum.

sementara itu Aditya Anugrah mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023, yang bergabung di ukm seni devisi musik, mengaku memilih bergabung karena kecintaannya terhadap musik tradisional Bengkulu, khususnya musik dol.

“Saya ingin menyalurkan kembali hobi sekaligus memperkenalkan musik tradisional yang mulai kurang diminati di kalangan mahasiswa,” ujarnya.
Menurut Aditya, musik memiliki kekuatan sebagai jembatan sosial yang mampu menyatukan mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Musik lebih mudah dipahami, sehingga menjadi pintu masuk bagi banyak orang untuk mengenal seni.

Namun, keterbatasan fasilitas masih menjadi hambatan. Beberapa instrumen musik sudah tidak prima lagi, sehingga mengurangi efektivitas latihan. Meski begitu, semangat tetap terjaga. Divisi musik rutin berlatih tiga kali seminggu untuk musik tradisional, sementara musik modern dilakukan lebih fleksibel.

Kolaborasi dengan divisi lain juga kerap dilakukan, seperti mengiringi tarian tradisional atau memberi ilustrasi musik dalam pementasan teater. Bahkan, strategi pengembangan dilakukan dengan menggabungkan musik dol bersama instrumen modern seperti elektrik dan EDM.
“Harapan saya, musik bisa jadi jembatan kehidupan di kampus. Terutama musik tradisional, semoga bisa lebih diminati dan diterima, bukan hanya di kampus tapi juga masyarakat luas,” tambahnya.

Semangat yang Terus Hidup
Di tengah segala keterbatasan, UKM Seni Unived Bengkulu membuktikan eksistensinya melalui latihan rutin, kegiatan kolaborasi lintas bidang, hingga partisipasi dalam berbagai event di luar kampus.

Lebih dari sekedar organisasi, UKM Seni adalah ruang belajar, wadah berekspresi, serta media membangun relasi sosial yang bernilai tinggi. Dengan semangat Kreatif, Inspiratif, dan Inovatif, mahasiswa Unived Bengkulu terus menjaga nyala seni agar tetap hidup dan bermakna, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

(okta dkk)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *