
Rejang Lebong – Di tengah semaraknya geliat pariwisata lokal, nama Sungai Trokon kian mengemuka sebagai salah satu primadona wisata alam di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Kawasan ini perlahan namun pasti menjadi magnet bagi wisatawan, terutama pada masa liburan panjang. Pemandangan yang asri, air sungai yang jernih, serta berbagai aktivitas outdoor yang menantang menjadikan Sungai Trokon sebagai destinasi yang tak hanya menyegarkan mata, tapi juga memacu adrenalin.
Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kunjungan ke Sungai Trokon menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Hal ini disampaikan langsung oleh Bambang, selaku pengelola wisata setempat. Ia menuturkan bahwa selama libur panjang akhir pekan lalu, jumlah wisatawan melonjak hingga ribuan orang. “Antusias pengunjung sangat tinggi. Banyak yang datang dari luar daerah untuk mencoba arung jeram dan berkemah di sini,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Sungai Trokon memang menawarkan pengalaman alam yang lengkap. Aliran airnya yang deras dan bersih sangat cocok untuk olahraga air seperti arung jeram dan tubing. Kedalaman dan kontur aliran sungai memberikan tantangan tersendiri bagi pecinta kegiatan ekstrem, namun tetap ramah bagi pemula berkat adanya pemandu lokal yang disiapkan oleh pengelola.
Tak hanya itu, area sekitar sungai juga telah ditata dengan fasilitas yang menunjang kenyamanan wisatawan. Gazebo-gazebo dibangun di beberapa titik strategis untuk tempat beristirahat, tersedia lahan parkir yang luas, serta warung makan yang menyediakan sajian lokal khas Rejang Lebong. Kehadiran fasilitas ini turut memperkuat daya tarik Sungai Trokon sebagai destinasi wisata keluarga yang lengkap dan terjangkau.
Dalam upaya menjaga kualitas pelayanan dan keamanan pengunjung, pihak pengelola terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Setiap pengunjung yang ingin melakukan aktivitas air diwajibkan mengikuti briefing keselamatan dan didampingi oleh pemandu berlisensi. Hal ini dilakukan demi menjamin keselamatan serta membangun kepercayaan pengunjung terhadap kualitas layanan wisata yang diberikan.
Bambang juga menekankan pentingnya pelestarian lingkungan sebagai bagian integral dari pengembangan wisata Sungai Trokon. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk pengunjung, untuk menjaga kebersihan area wisata. “Kalau alamnya rusak, ya habis daya tarik kita. Maka dari itu, kami menempatkan beberapa tempat sampah, menyediakan petugas kebersihan, dan memberi edukasi singkat ke pengunjung tentang pentingnya menjaga kelestarian,” ujarnya.
Di tengah gempuran pariwisata modern yang sering kali mengorbankan nilai-nilai lingkungan, Sungai Trokon menjadi contoh bagaimana pengelolaan wisata berbasis komunitas dapat berjalan seimbang antara eksplorasi dan konservasi. Pendekatan ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar, mulai dari penyedia jasa pemandu, penyewaan peralatan, hingga warung makan dan oleh-oleh.
Ke depan, pengelola berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah daerah, terutama dalam pengembangan infrastruktur dan promosi digital. “Kami ingin Sungai Trokon dikenal luas, bukan hanya di Bengkulu, tapi juga secara nasional. Dengan dukungan yang tepat, kami optimis kawasan ini bisa jadi ikon wisata baru Rejang Lebong,” tutup Bambang.
Dengan keindahan alam yang masih terjaga dan semangat kolaborasi antara pengelola, masyarakat, dan pemerintah, Sungai Trokon tampak siap melaju menjadi destinasi unggulan yang tak hanya menyegarkan jiwa, tapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal secara berkelanjutan.
