
Kepahiang, Bengkulu – Tim dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dehasen (Unived) Bengkulu melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Bidang Pendidikan di SMA Negeri 4 Kabawetan, Senin (6/11/2023).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pembelajaran di era digital. AI dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan sistem pembelajaran yang lebih efektif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Ketua tim pengabdian, Dimas Aulia Trianggana, M.Kom., menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI memberikan peluang besar dalam dunia pendidikan, terutama dalam personalisasi pembelajaran. “AI dapat membantu guru memahami kebutuhan belajar siswa secara lebih spesifik, sehingga pembelajaran menjadi lebih terarah dan efektif,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh kepala sekolah dan sekitar 20 orang guru. Metode yang digunakan berupa pelatihan dan sosialisasi, yang mencakup penyampaian materi, diskusi, serta sesi tanya jawab. Berdasarkan dokumentasi kegiatan pada halaman lampiran, para peserta terlihat aktif mengikuti materi dan berdiskusi dengan narasumber mengenai implementasi AI dalam pembelajaran.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar guru sebelumnya masih memiliki keterbatasan dalam memahami dan memanfaatkan teknologi AI dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pelatihan, keterbatasan fasilitas teknologi, serta minimnya pemahaman terhadap metode pembelajaran berbasis digital.
Melalui kegiatan ini, para guru memperoleh pengetahuan baru mengenai berbagai penerapan AI, seperti penggunaan chatbot, aplikasi pembelajaran adaptif, serta platform digital yang dapat membantu proses belajar mengajar. Pada materi yang ditampilkan (halaman lampiran), juga diperlihatkan contoh penggunaan aplikasi berbasis AI seperti ChatGPT, platform pembelajaran interaktif, serta alat bantu presentasi berbasis AI.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, ditandai dengan banyaknya pertanyaan serta respon positif dari para guru. Bahkan, dalam sesi evaluasi, peserta yang aktif diberikan apresiasi berupa doorprize sebagai bentuk motivasi.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong guru untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu mengintegrasikan AI dalam pembelajaran di kelas. Dengan demikian, kualitas pendidikan dapat meningkat dan siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih inovatif dan sesuai dengan tuntutan era Society 5.0.
