
Ctzone – Perkembangan teknologi dan gaya hidup modern tidak sepenuhnya menghilangkan budaya
gotong royong di masyarakat. Semangat saling membantu masih terlihat dalam berbagai
kegiatan sosial, meskipun masyarakat saat ini hidup dengan aktivitas yang semakin sibuk dan
serba digital.
Salah satu contohnya adalah kegiatan gotong royong dan penanaman pohon kelapa di kawasan
Danau Gedang, Bengkulu Tengah, pada 12 Mei 2026. Kegiatan tersebut melibatkan warga,
perangkat desa, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dehasen Bengkulu, dosen, serta
pihak Dinas Pariwisata (Dispar). Selain membersihkan kawasan sekitar danau, peserta juga
menanam sekitar seratus bibit pohon kelapa sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Ketua panitia, Septyca Tri Lestari, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan
meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kawasan Danau Gedang menjadi lebih bersih, hijau, dan
asri serta dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga lingkungan,”
ujarnya.
Kepala Desa Padang Betuah, Bapak Purnawarman, S.H., juga mengapresiasi seluruh pihak
yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi dan semua pihak yang
telah peduli terhadap lingkungan dengan menanam bibit pohon di kawasan wisata Danau
Gedang. Semoga kegiatan ini menjadi amal jariah dan membawa manfaat bagi masyarakat,”
ungkapnya.

Sementara itu, pihak Dispar berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk menjaga
kawasan wisata tetap indah dan nyaman dikunjungi.
Meski budaya gotong royong masih ada, perkembangan zaman membawa berbagai tantangan.
Meningkatnya sikap individualis, kesibukan masyarakat, dan penggunaan gadget yang
berlebihan membuat interaksi sosial antar warga mulai berkurang. Banyak generasi muda juga
lebih tertarik pada aktivitas digital dibanding kegiatan sosial di lingkungan sekitar.
Namun, perkembangan teknologi juga membuat gotong royong memiliki bentuk baru, seperti
penggalangan dana online dan gerakan sosial di media digital. Hal ini menunjukkan bahwa
nilai gotong royong masih tetap hidup, meskipun cara pelaksanaannya berubah mengikuti
perkembangan zaman.
Karena itu, budaya gotong royong perlu terus dijaga agar rasa kebersamaan dan kepedulian
sosial masyarakat Indonesia tidak hilang di masa depan.
